Rabu, 07 Juli 2010

Berubahlah NTT! Atau Mati


Semua kita tahu bahwa petani/peternak kita di NTT adalah petani subsitens, yang rentan terhadap kelaparan. Suatu panen yang gagal, angin puting beliung, bukan menyebabkan si petani kurang makan, tetapi mengorbankan rasa harga diri dan menjadi beban orang lain, atau berbuat apa saja. Itu sebabnya ketika janji benih unggul dan pupuk tak kunjung tiba, dapat dibayangkan betapa ‘marahnya’ petani, karena kegagalan itu menghancurkan hidup mereka. Sayangnya ‘kemarahan’ petani miskin terlalu lemah, suaranya tak terdengar (oleh manusia) tetapi apabila kemarahan itu diiringi air mata, maka doa mereka pasti didengar Tuhan.Dunia berubah dengan begitu cepatnya, segala sesuatu berubah kalau kita tidak berubah, kita akan diubah. Bukan berubah sekadar berubah tetapi berubah ke arah yang lebih baik agar bertahan menghadapi gelombang perubahan dan menerjang harapan. Itulah sekelumit ‘khotbah’ atau ‘pidato’ retorik, yang apabila tidak disertai tindakan putar haluan sekarang juga dan inovasi baru, akan menjadi tembang kenangan, yang menghibur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar